Kamis, 27 September 2012

Tangisan hati harapan doa tercapai..


Ya Tuhan,,
Jodohkan aku padanya
Seorang tampan
Yang sanggup mengisi hatiku

Ya Tuhan
Jangan pisahkan aku denganya
Karna dya terlalu berharga untuku

Tanpanya mungkin aku lemah
 Atau malah hidup tanpa arah

Ya Tuhan
Izinkan kami bersama selamanya
Menjalani terjalnya kehidupan

Ya Tuhan,,
Takdirkan dia untukku
Jadikan dia pasangan hidupku
Jangan hapuskan dia dari hatiku
Izinkan dya tuk jadi iman untukku,,

Ro_z zlamanya..

Kamis, 20 September 2012

PUISI

PENYESALAN


Diam...
Hanya diam yang ku rasa
Saat kini kau tiada

Dulu ku rasa cintamu
Terus mengalir seperti air
Kini ku rasa sunyi
Kau telah pergi

Kasih dimana kini kau berada
Masihkah ada ruang cinta untukku
Ku disini tertegun menunggumu
Tetap Mencinta untuk selamanya

Ingatkah kau saat kita bersama
Menjalin kasih berdua
Tetap terjaga dalam genggaman cinta
Bermimpi untuk bersama selamanya

Kasih kini kau telah tiada
Waktu telah menghapus janji kita
Ku kan ingat cinta kita
Saat indah bersama

Apakah aku masih kau ingat
Ataukah kau lupa dengan sekejap mata

Selasa, 31 Juli 2012

FRUSTASI

jiwa terasa lemah setelah merasakan kekosongan,,
seperti tak sanggup tuk bangkit,,
dan tetap merasa aman dengan keadaan yang jauh dari baik,,
hidup tak tentu arah,,
tetap merasa bahagya dengan ketidaklayakan,,
melakukan sesuatu tanpa berfikir,,
merusak kebahagyaan yang harusnya ada,,
adakah manusia yang tetap nyaman dengan semua ini???
hanya dengan alasan hidup tidak berguna,,
dan satu kata yang terucap "frustasi",,

Minggu, 10 Juni 2012


PEDOMAN PENYELENGGARAAN RAPAT
Diposkan oleh Emak Kruz

Setelah peserta rapat berkumpul, maka rapat dibuka oleh pembawa acara rapat ( MC ) dengan ucapan terima kasih atas kehadiran peserta rapat dan sekaligus membacakan susunan acara rapat dan tata tertib selama rapat berlangsung. Setelah itu pembawa acara menyerahkan rapat pada pimpinan rapat.

Menjadi pimpinan rapat tidak semudah yang dibayangkan, dimana pimpinan harus mampu mendorong dan menciptakan partisipasi aktif anggota, bertanggung jawab atas rapat yang diadakan dan pimpinan tidak boleh mendominasi pembicaraan dalam rapat demi tercapainya tujuan rapat. Pemimpin rapat harus bisa menciptakan rasa aman, suasana persaudaraan, saling membuka diri dan tidak ada kesan sikap otoriter, mempunyai keterampilan berkomunikasi untuk mendukung peserta yang pasif, dan mendorong kelompok untuk mengambil keputusan bersama. Pimpinan rapat yang baik adalah pimpinan yang dapat memberikan keleluasaan peserta untuk Berbicara spontan, dengan suasana yang santai membuat peserta tidak ragu-ragu untuk mengeluarkan pendapatnya. Menemukan gagasan yang cemerlang. Menyampaikan opini yang tidak sejalan dengan pimpinan karena meraka merasa pimpinan tidak mengekang pendapatnya bahkan memberi kebebasan dalam beragumen. Mencapai keputusan bersama tanpa selalu meminta pemimpin sebagai penentu akhir.


Rapat akan menjadi efektif bila :
Ketergantungan peserta rapat pada pimpinan tidak besar.
Tidak ada perbedaan menyolok antara pimpinan dan peserta rapat.
Kesadaran pimpinan akan pentingnya partisipasi peserta rapat.





Teknik mengelola rapat pimpinan
Secara general, rencana rapat harus memenuhi unsur 5W + 1H, yakni :
  1. Why, mengapa rapat diselenggarakan
  2. What, agenda rapat atau materi yang akan dibahas dalam rapat.
  3. Who, siapa peserta rapat, ini menyangkut penentuan orang yang akan diundang rapat sesuai dengan materi rapat.
  4. Where, di mana rapat akan diselenggarakan.
  5. When, Kapan rapat akan diselenggarakan.
  6. How, bagaimana rapat akan diselenggarakan. Formal atau non formal, terbuka atau tertutup.
Pengelolaan Konsumsi dan Akomodasi.
Sekecil dan se non formal apapun rapat yang diselenggarakan, urusan konsumsi dan akomodasi perlu mendapat perhatian. Berikut hal yang perlu diingat :
  1. Konsumsi diberikan dalam setiap rapat. Pemberiannya tergantung pada sikon keuangan perusahaan, dan lama rapat yang digelar.
  2. Jika rapat diacarakan kurang dari 3 jam, konsumsi cukup air tawar aja (aq*a). Tetapi jika berlangsung seharian, perlu diberikan beberapa penyajian konsumi. Biasanya penyajian makan siang (lunch), dan pemberian dua kali coffee break.
Pengelolaan Tempat Rapat.
  1. Di manapun rapat dilaksanakan, sekretaris bertugas penuh mengatur dan menyiapkan tempat rapat.
  2. Jika rapat diselenggarakan di Ruang lain, sekretaris bertugas mempersiapkan ruangan yang akan dipakai rapat lengkap dengan semua perlengkapan pendukung rapat.
  3. Jika rapat diselenggarakan di luar Ruangan, sekretaris juga yang bertugas mengurus reservasi tempat, dan memastikan perlengkapan rapat di ruangan/tempat yang akan digunakan rapat, benar-benar tersedia.
Mempimpin Rapat
Yang bertindak sebagai pemimpin rapat biasanya pimpinan Organisasi langsung. Namun tidak jarang karena berbagai pertimbangan, sekretaris diminta untuk memimpin rapat oleh pimpinan.

Karena itu, mau tidak mau, sekretaris selain mampu dalam mengelola rapat, juga harus piawai memimpin rapat. Ada beberapa hal yang perlu disiapkan dalam memimpin rapat, yakni;
  1. Memahami Tujuan rapat yang akan diselenggarakan.
  2. Mengetahui wewenang dan tugas pemimpin rapat
  3. Memahami Setiap acara rapat
  4. Memahami Perencanaan prosedur rapat
  5. Menghubungi/menyiapkan notulen rapat
  6. Mengatur/memanage petugas konsumsi dan akomodasi
  7. Mempersiapkan perlengkapan rapat
  8. Memeriksa ruangan rapat.
Pimpinan rapat yang baik memenuhi criteria sebagai berikut ;
  1. Berbicara spontan,
  2. Mengemukakan gagasan cemerlang
  3. Mampu memotivasi peserta rapat untuk aktif dalam rapat.
  4. Mewakili kepentingan pimpinan dengan baik, sehingga tanpa kehadiran pimpinan, rapat tetap mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan